Game Online Lokal Ditinggalkan

Kenapa Game Online Lokal Mulai Ditinggalkan? Berikut Alasannya…

Pada postingan kali ini, saya akan membahas mengenai Game Online lokal Indonesia yang saya rasakan semakin lama semakin menurun peminatnya. Pastinya kalian juga merasakan hal ini, apalagi kalau kalian masih setia memainkan Game Online server lokal, pasti merasa banyak teman kalian, entah itu teman dekat ataupun teman satu guild banyak yang pindah ke game server luar atau internasional.

Memang sekarang ini banyak game luar ataupun game server internasional yang banyak diminati gamers indonesia, selain ramai dan populer, game tersebut sangat menjanjikan dalam kompetisi ataupun dapat menghasilkan uang bila ditekuni, contoh saja Dota 2 dan CSGO yang memiliki peluang untuk maju ke kompetisi bersama tim kalian, atau selain itu Item-item In-Gamenya juga dapat kalian jual karena banyak item bernilai tinggi yang bisa didapatkan bila sering bermain.

Lalu, apa alasan game online lokal banyak yang ditinggal pemainnya? kenapa bisa ditinggalkan? berikut adalah beberapa alasannya…

1. Event Kurang Menarik

Ini adalah salah satu alasan yang saya rasa sangat dirasakan para pemain game online lokal, event yang diselenggarakan oleh publisher atau GM tidaklah menarik, mayoritas event yang diadakan hanya memaksa pemain untuk mengeluarkan uang guna mendapatkan item special atau limited edition dengan status tinggi dibanding item yang ada.

Walaupun ada event lain seperti Quiz, Play With GM, dsb, event tersebut jarang diadakan, sekali diadakan event tersebut berlangsung dengan cepat dengan hadiah item yang bisa saya sebut sampah, ataupun kurang bermanfaat. Pernah saya sekali ikut event dan hanya mendapatkan item aksesoris berdurasi 7 hari dengan status rendah, rasanya reward yang didapat tidak sesuai dengan usaha yang saya lakukan.

Seharusnya, publisher bisa membangun sebuah komunitas player yang ramai dan solid, dengan event menarik yang mengundang pemain berlomba untuk ikuti event yang diselenggarakan secara berkala. Contoh saja Play With GM tiap minggu (dengan banyak sesi dan hadiah worth-it), ada event bulanan dengan reward yang menjanjikan, login rewards, dan event lain yang menarik.

2. Mayoritas Pay-To-Win

Banyak game online yang muncul di Indonesia memiliki sistem Pay-to-Win dimana player yang paling banyak mengeluarkan uang, maka dia yang akan menjadi yang terkuat di server. Usaha player yang sungguh-sungguh akan tetap kalah dengan player yang mengeluarkan banyak uang untuk game yang dimainkan. Mungkin hal ini sangat menguntungkan untuk pihak publisher, namun ini sangat menyiksa para pemain yang setia dengan game ini.

Walaupun terdapat Item Mall dimana player bisa membeli item-item yang membantu dalam permainan, namun tidak seharusnya Item Cash tersebut meningkatkan status karakter secara signifikan, seakan item kuat bisa didaptkan dengan mudah memakai uang. Untuk memperkuat karakter, harusnya tetap dengan usaha leveling dan mengumpulkan equipment yang kuat melalui misi dan item cash hanya sebagai pembantu dalam bermain (EXP Up, Gold Up, Reset Skill, dsb) dan kostumisasi karakter (Kostum, Aksesoris, Skin dsb).

3. Gamen Yang Dirilis Itu-itu Saja dan Terkesan Ikut-ikutan

Hal ini bisa kalian rasakan bila kalian mengikuti perkembangan game online indonesia. Publisher game online indonesia hanya merilis game yang itu-itu saja. Contoh sederhana bila salah satu publisher merilis game baru dan game tersebut populer. maka publisher lain akan ikut-ikutan merilis game yang bergenre atau dengan jenis permainan yang sama atau mirip dengan harapan bisa menyaingi atau mengalahkan game dari publisher lain. Hal ini menyebabkan player merasa bosan dengan game online lokal yang ada karena gameplaynya mirip-mirip dan itu-itu saja.

Munculnya game yang mirip ini saya rasa membuat game itu sendiri tidak akan bisa bertahan lama di indonesia, sebab player sendiri mengingikan hal yang baru, hal yang menarik untuk mereka nikmati. Bila publisher merilis game yang sudah pernah ada di Indonesia, mereka hanya akan mengenang game yang dulu pernah mereka mainkan karena fitur yang sama lalu bosan dan meninggalkan game tersebut karena sebenarnya mereka menginginkan hal baru, bukan mengulang masa lalu.

Saya rasa, publisher di indonesia tidak mau mengambil resiko tinggi untuk mendatangkan game kelas atas, karena yang namanya naik ke tempat yang tinggi adalah hal yang luar biasa, dan jatuhnya pun akan terasa sangat sakit. Kalau kita lihat publisher luar, mereka begitu berani merilis game online baru dengan menawarkan banyak fitur yang belum pernah ada di game lain seperti Blade & Souls, Black Desert, Guild Wars 2, dsb yang nyatanya sukses dan ramai dimainkan.

4. Pelayanan Kurang Maksimal

Pastinya kalian pernah merasakan hal ini. Ketika game baru akan dirilis, publisher begitu menggembor-gemborkan game baru mereka disertai iming-iming hadiah luar biasa. Setelah masuk CBT, mereka berikan pelayanan maksimal hingga game resmi dibuka dan dapat dimainkan oleh semua orang. Makin lama, mereka mulai menghilang, pelayanan mereka menurun, dikontak sulit, laporan dari player tidak ditanggapi, dsb. Event-event pun mulai berikurang, tidak seperti awal munculnya dulu dengan banyak event menarik dengan reward worth-it. Player akhirnya bosan dengan hal ini dan memilih pensiun atau pindah ke game lain.

Hal ini kerap sekali terjadi di Game Online server lokal Indonesia. Pernah merasakan? saya sendiri sering merasakan hal ini hingga saya sekarang memilih bermain game internasional dibandingakan game lokal karena merasa dirugikan oleh publisher lokal. Kecewa, namun mereka sendiri tidak melakukan perubahan yang berarti.

Bagaimana menurut kalian tentang game online lokal? satu pikiran dengan saya atau ada opini lain? kalian bisa tulis komentar dan opini kalian di kolom komentar dan bisa kalian diskusikan bersama saya dan pembaca lainnya.

Baca artikel baru RezpectBlog langsung di Smartphone kalian tanpa perlu buka Browser !Download APK !
+