Menu Tutup
Mencari Bug Program - Rezpect Blog

6 Tips Mencari Bug Program yang Kita Kerjakan

Mencari Bug Program – Sering kali ketika kita sedang menulis suatu program kita bertemu dengan sebuah masalah, baik itu masalah dalam kesalahan penulisan maupun kesalahan logika program ynag kita kerjakan.

Masalah yang terjadi pada program yang kita kerjakan ini mengakibatkan program / aplikasi tidak bisa berjalan seperti yang seharusnya. Nah, pada saat itu lah kita harus menemukan masalah / bug pada program kita untuk nanti diperbaiki.


Kesalahan Umum Program

Ada beberapa jenis masalah atau bug yang sering ditemui oleh programmer, diantaranya adalah kesalahan penulisan sintaks, kesalahan runtime dan kesalahan logika.

Kesalahan Penulisan Sintaks (syntax error)

Kesalahan yang seringkali terjadi adalah salah menulis sintaks pemrograman. Kesalahan penulisan sintaks biasanya akan langsung muncul begitu aplikasi akan di eksekusi atau saat akan dikompilasi.

Kesalahan penulisan sintaks biasanya terjadi saat kita melupakan beberapa atribut seperti tanda petik ("), titik koma (;), tanda kurung ([{<>}]), atau menulis perintah yang kurang lengkap.

Meskipun sepintas sederhana, namun kesalahan seperti ini bisa memakan waktu cukup lama untuk mencarinya jika belum terbiasa.

Kesalahan saat Runtime (runtime error)

Adalah jenis kesalahan yang tidak muncul saat aplikasi pertama di eksekusi, tapi akan muncul setelah program dijalankan. Kesalahan ini muncul saat aplikasi gagal mengeksekusi sesuatu oleh sistem saat program sedang berjalan.

Kesalahan Logika

Jenis kesalahan ini adalah yang paling sulit untuk dicari karena jarang memunculkan pesan error. Konsekuensi dari kesalahan logika adalah kesalahan hasil perhitungan (tidak selalu matematis).

Sistem tidak dapat mengenali kesalahan ini karena penulisannya sudah mengikuti aturan-aturan yang benar akan tetapi karena “rumus”-nya salah, maka hasilnya ikut salah.


Tips Mencari Bug Program

Lalu apa saja yang harus kita lakukan ketika bertemu dengan masalah / bug pada program yang kita kerjakan? Nah, disini saya ada beberapa tips mencari bug program yang mungkin bisa membantu kamu dalam menemukan bug-yang ada dalam program kamu :

Tips 1: Sabar

Sabar, merupakan tindakan pertama yang perlu kamu lakukan begitu menemukan bug. Tetap tenang, karena cepat atau lambat bug ini akan segera kamu temukan dan kamu perbaiki. Kenapa harus sabar dahulu? karena kalau kamu panik, kamu secara tidak langsung akan menjadi terburu-buru dalam melakukan analisis saat mencari bug program.

Tips 2: Gunakan Syntax Highlighter

Mayoritas editor teks dan IDE modern telah memiliki syntax highlighter. Fitur ini sangat membantu untuk menemukan kesalahan sintaks. Sintax highlighter akan membuat kode-kode yang ditulis dengan bahasa atau aturan tertentu supaya lebih mudah ditangkap oleh mata.

Contohnya, ia akan memberikan warna yang berbeda sesuai dengan jenis variabel, memberitahu variabel mana yang belum pernah dipanggil atau di inisialisasi, memberitahu saat ada pencampuran indentasi spasi dan tab, memberitahu jika nama variabel yang dipanggil belum dideklarasi, dsb.

Sublime Text, Visual Studio Code, atau Atom, sudah otomatis mengaktifkan fitur syntax highlighter untuk bahasa-bahasa yang umum seperti Python, PHP, Javascript, Java, C/C++, dll.

Jika menggunakan framework, kita mungkin ingin menambahkan syntax highlighter khusus untuk framework tersebut. Beberapa IDE seperti Eclipse, IntelliJ IDEA, atau Netbeans bahkan bisa langsung memberitahu jika kekurangan titik koma, kelebihan atau kekurangan tanda kurung, dsb.

Tips 3: Gunakan Static Code Analysis

Static code analysis adalah sebuah program yang mengotomatiskan proses analisis kode program.

Program seperti ini bisa mendeteksi kesalahan penulisan program (secara sintaks bukan logika), kesalahan penggunaan multithreaded, mendeteksi memory leak, mendeteksi vulnerability (celah keamanan) yang mungkin mengancam aplikasi, dan lain sebagainya.

Static code analysis bisa juga dimanfaatkan untuk menyamakan gaya penulisan di project tertentu dengan membuat aturan penulisan yang bisa di atur sendiri.

Tips 4: Menggunakan Debugger

Syntax highlighter maupun static code analysis sangat membantu dalam menemukan kesalahan penulisan sintaks dan kesalahan yang mungkin terjadi saat runtime.

Ada saja kesalahaan runtime yang tidak dapat terdeteksi oleh contoh program di atas sehingga kita perlu menggunakan debugger.

Debugger adalah aplikasi khusus yang memungkinkan programmer untuk menghentikan eksekusi program di baris tertentu (breakpoint), memeriksa nilai dari variabel/objek, kemudian melanjutkan eksekusinya baris per baris.

Mayoritas IDE seperti Eclipse, Netbeans, dan IntelliJ IDEA sudah memliki debugger bawaan. Beberapa editor teks macam Visual Studio Code juga memilikinya (editor lain mungkin perlu ditambahkan plugin khusus).

Biasanya, setiap bahasa memiliki debugger sendiri-sendiri yang bisa dieksekusi secara terpisah (menggunakan command line), dan editor-editor di atas mengimplementasi debugger yang telah dirilis pengembang bahasa atau framework-nya.

Kesalahan logika hanya bisa ditemukan dengan melihat nilai-nilai yang dihasilkan dari suatu “rumus”.

Karena kita bisa menganalisis nilai-nilai variabel saat program sedang berjalan serta dapat menghentikan eksekusi dibaris tertentu sesuka hati, maka debugger akan memuluskan pekerjaan mencari kesalahan tersebut.

Tips 5: Bertanya

Walaupun sudah menggunakan banyak tools, tetap memungkinkan bagi kita untuk melewatkan sebuah bug. Mungkin karena kita yang kurang teliti, atau memang bug itu jenis baru yang belum pernah ada orang lain menemukannya.

Apabila ternyata tidak bisa menyelesaikannya sendiri, maka cobalah untuk bertanya kepada orang yang kemungkinan bisa membantu mencari tahu sumber kesalahannya.

Dewasa ini, sangat banyak grup-grup pemrograman di platform online seperti Facebook, Telegram, atau WhatsApp. Tempat ini sangat cocok untuk menanyakan hal-hal yang tidak bisa kita selesaikan sendiri.

Meskipun begitu, gunakanlah kata-kata yang baik dan sertakan pertanyaan dengan contoh kode atau gambar kesalahan yang muncul.

Tips 6: Istirahat

Kalau masih belum menemukan bug yang dicari, istirahatlah. Coba keluar ruangan, berjalan entah kemana untuk mengambil udara segar dan melancarkan peredaran darah menuju ke otak.

Kadang saat sedang istirahat, kita bisa mendapatkan “ilham-ilham dari langit” yang memberi pencerahan bug yang dicari.


Baca Juga :


Itulah 6 tips yang dapat saya berikan untuk kamu ketika bertemu dengan bug. Pastikan kamu tetap teliti walaupun menggunakan tools pencari bug apapun. Karena tool merupakan alat bantu untuk kita agar lebih mudah dalam menemukan masalah pada program.

Related Posts